Alvyanto Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 10






Pengertian KTSP
KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun, dikembangkan, dan dilaksanakan oleh setiap satuan pendidikan dengan memperhatikan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang dikembangkan Badan Standar Nasional Pendidikan ( BSNP ).
Konsep Dasar KTSP
Dalam Standar Nasonal Pendidikan (SNP Pasal 1, ayat 15) dikemukakan bahwa Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan. Penyusunan KTSP dilakukan oleh satuan pendidikan dengan memperhatikan dan berdasarkan standar kompetensi serta kompetensi dasar yang dikembangkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).

KTSP disusun dan dikembangkan berdasarkan Undang-undagn No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 36 ayat 1), dan 2) sebagai berikut.
1.Pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
2.Kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah, dan peserta didik.

Beberapa hal yang perlu dipahami dalam kaitannya dengan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) adalah sebagai berikut:
KTSP dikembangkan sesuai dengan kondisi satuan pendidikan, potensi dan karakteristik daerah, serta social budaya masyarakat setempat dan peserta didik.
Sekolah dan komite sekolah mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan, dibawah supervise dinas pendidikan kabupaten/kota, dan departemen agama yang bertanggungjawab di bidang pendidikan.
Kurikulum tingkat satuan pendidikan untuk setiap program studi di perguruan tinggi dikembangkan dan ditetapkan oleh masing-masing perguruan tinggi dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan.
KTSP merupakan strategi pengembangan kurikulum untuk mewujudkan sekolah yang efektif, produktif, dan berprestasi. KTSP merupakan paradigma baru pengembangan kurikulum, yang otonomi luas pada setiap satuan pendidikan, dan pelibatan pendidikan masyarakat dalam rangka mengefektifkan proses belajar-mengajar di sekolah. Otonomi diberikan agar setiap satuan pendidikan dan sekolah meiliki keleluasaan dalam megelola sumber daya, sumber dana, sumber belajar dan mengalokasikannya sesuai dengan prioritas kebutuhan, serta lebih tanggap terhadap kebutuhan setempat.

KTSP adalah suatu ide tentang pengembangan kurikulum yang diletakan pada posisi yang paling dekat dengan pembelajaran, yakni sekolah dan satuan pendidikan. Pemberdayaan sekolah dan satauan pendidikan dengan memberikan otonomi yang lebih besar, di samping menunjukan sikap tanggap pemerintah terhadap tuntunan masyarakat juga merupakan sarana peningkatan kualitas, efisisen, dan pemerataan pendidikan. KTSP merupakan salah satu wujud reformasi pendidikan yang memberikan otonomi kepada sekolah dan satuan pendidikan untuk mengembangkan kurikulum sesuai dengan potensi, tuntunan, dan kebutuhan masing-masing. Otonomi dalam pengembangan kurikulum dan pembelajaran merupakan potensi bagi sekolah untuk meningkatkan kinerja guru dan staf sekolah, menawarkan partisipasi langsung kelompok-kelompok terkait, dan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pendidikan, khususnya kurikulum. Pada sistem KTSP, sekolah memiliki “full authority and responsibility” dalam menetapkan kurikulum dan pembelajaran sesuai dengan visi, misi, dan tujuan tersebut, sekolah dituntut untuk mengembangkan strategi, menentukan prioritas, megendalikan pemberdayaan berbagai potensi seklah dan lingkungan sekitar, serta mempertanggunngjawabkannya kepada masyarakat dan pemerintah.

Dalam KTSP, pengembangan kurikulm dilakukan oleh guru, kepala sekolah, serta Komite Sekolah dan Dewan Pendidikan. Badan ini merupkan lembaga yang ditetapkan berdasarkan musyawarah dari pejabat daerah setempat, komisi pendidikan pada dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD), pejabat pendidikan daerah, kepala sekolah, tenaga pendidikan, perwakilan orang tua peserta didik, dan tokoh masyarakat. Lembaga inilah yang menetapkan kebijakan sekolah berdasarkan ketentuan-ketentuan tentang pendidikna yang berlaku. Selanjutnya komite sekolah perlu menetapkan visi, misi, dan tujuan sekolah dengan berbagai implikasinya terhadap program-program kegiatan opersional untuk mencapai tujuan sekolah.

Tujuan KTSP
Secara umum tujuan diterapkannya KTSP adalah unutk memandirikan dan memberdayakan satuan pendidikan melalui pemberian kewenangan (otonomi) kepada lembaga pendidikan dan mendorong sekolah untuk melakukan pengambilan keputusan secara partisipatif dalam pengembangan kurikulum.

Secara khusus tujuan diterapkannya KTSP adalah untuk:
1.Meningkatkan mutu pendidikan melalui kemnadirian dan inisiatif sekolah dalam mengembangkan kurikulum, mengelola dan memberdayakan sumber daya yang tersedia.
2.Meningkatkan kepedulian warga sekolah dan masyarakat dalam mengembangankan kurikulum melalui pengembalian keputusan bersama.
3.Meningkatkan kompetesi yang sehat antar satuan pendidikan yang akan dicapai.
Memahami tujuan di atas, KTSP dapat dipandang sebagai suatu pola pendekatan baru dalam pengembangan kurikulum dalam konteks otonomi daerah yang sedang digulirkan sewasa ini. Oleh Karen itu, KTSP perlu diterapkan oleh setiap satuan pendidikn, terutama berkaitan dengan tujuh hal sebagi berikut.
1.Sekolah lebih mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman bagi dirinya sehingga dia dapat menoptimalkan pemanfaatan sumberdaya yang tersedia untuk memajukan lembaganya.
2.Sekolah lebih mengetahui kebutuhan lembaganya, khususnya input pendidikan yang akan dikembangkan dan didayagunakan dalam proses pendidikan sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan peserta didik.
3.Pengambilan keputusan yang dilakukan oleh sekolah lebih cocok untuk memenuhi kebutuhan seklah karena pihak sekolahlah yang paling tahu apa yang terbaik bagi sekolahnya.
4.Keterlibatan semua warga seklah dan masyarakat dalam pengembangan kurikulum menciptakan transparansi dan demokrasi yang sehat, serta lebih efesien dan efektif bilamana dikontrol oleh masyarakat sekitar.
5.Sekolah daapt bertanggung jawab tentang mutu pendidikan masing-masing kepada pemerintah, orangtua peserta didik, dam masyarakat pada umumnya, sehingga dia akan berupaya semaksimalkam mungkin unutk melaksanakna dan mencapai sasaran KTSP.
6.Sekolah dapat melakukan persaingan yang sehat dengan sekolah-sekolah lain untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui upaya-upaya inovatif dengan dukungan orangtua peserta didik, masyarakat, dan pemerintah daerah setempat.
7.Sekolah dapat secara cepat merespon aspirasi masyarakat dan lingkungan yang berubah dengan cepat, serta mengakomodasikannya dalam KTSP.
Landasan KTSP
1.UU No.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
2.PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
3.Permendiknas No. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi
4.Permendiknas No. 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan
5.Permendiknas No. 24 Tahun 2006 tentang pelaksanaan Permendiknas No. 22 dan 23 Tahun 2006
Ciri-ciri KTSP
1.KTSP memberi kebebasan kepada tiap-tiap sekolah untuk menyelenggarakan program pendidikan sesuai dengan kondisi lingkungan sekolah, kemampuan peserta didik, sumber daya yang tersedia dan kekhasan daerah.
2.Orang tua dan masyarakat dapat terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran.
3.Guru harus mandiri dan kreatif.
4.Guru diberi kebebasan untuk memanfaatkan berbagai metode pembelajaran.

Sumber:
Mulyasa, E. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, (Bandung; Remaja Rosdakarya, 2007)

Komentar :

ada 10 komentar ke “Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)”
kusmawati heny said...
pada tanggal 

Terima kasih atas tulisan artikelnya.
Bagus sekali. Tapi, saya ingin mengemukakan masalah kurikulum ktsp di lapangan. Kurikulum KTSP memang kurikulum yang sedang dijalankan sekarang ini oleh pemerintah saat ini akan tetapi untuk banyakl madrasah yang mengeluhkan bahwa kurikulum ktsp masih kurang mampu menjawab tantangan dan hasil optimal output yang di inginkan oleh madrasah itu sendiri. Terkadang, masih ada madrasah yang membuat kurikulum ktsp madrasah.nya sendiri.

Heny FIAI UII

Terima kasih kusmawati heny atas komentarnya!
nano zuko said...
pada tanggal 

mau link blog ini

Terima kasih nano zuko atas komentarnya!
Eka Sapri Alvyanto said...
pada tanggal 

@kusmawati heny sama-sama mas...

@nano zuko silahkan tukar link gan...

Terima kasih Eka Sapri Alvyanto atas komentarnya!
Diana Rusdiana said...
pada tanggal 

Kasih tau aspek yang di nilai dalam KTSP dong ..

Terima kasih Diana Rusdiana atas komentarnya!
Eka Sapri Alvyanto said...
pada tanggal 

@Diana Rusdiana ada 4 macam aspek penilaian yaitu:

1. Teknik penilaian unjuk kerja merupakan proses enilaian yang dilakukan dengan mengamati kegiatan peserta didik dalam melakukan suatu hal.

2. Penilaian Project work merupakan kegiatan penilaian terhadap suatu tugas yang mencakup beberapa kompetensi yang harus diselesaikan oleh peserta didik dalam waktu tertentu.

3. Penilaian Produk, Merupakan penilaian kepada peserta didik dalam mengontrol proses dan memanfaatkan bahan untuk menghasilkan sesuatu yang mereka produksi.

4. Penilaian Portofolio, merupakan strategi penilaian dengancara pengumpulan dan menilai hasil kerja dan tugas peserta didik secara berkelanjutan sebagai acuan bagi guru untuk melihat apakah telah terjadi kemajuan belajar pada diri siswa.

Terima kasih Eka Sapri Alvyanto atas komentarnya!
ivan verys said...
pada tanggal 

Thanks ya sob udah share .......................



bisnistiket.co.id

Terima kasih ivan verys atas komentarnya!
georgeus said...
pada tanggal 

[SHARE]
Informasi program beasiswa tanpa TEST dalam dan luar negeri bagi Mahasiswa, Dosen, Pegawai Aparatur Sipil Negara (GURU & PNS), maupun Swasta dan UMUM:
Beasiswa S1 Dalam Negeri
Beasiswa S1 UI
Beasiswa S1 UNDIP
Beasiswa S1 UGM
Beasiswa S1 UNPAD
Beasiswa S1 Luar Negeri (SINGAPURA) + Uang Saku + Biaya Hidup $2000/bln
Beasiswa S1 Luar Negeri (MALAYSIA) + Uang Saku + Biaya Hidup $2000/bln
Beasiswa S1 Luar Negeri (MESIR) + Uang Saku + Biaya Hidup $2500/bln

Beasiswa S1 Luar Negeri (JPN) + Uang Saku + Biaya Hidup $2500/bln

Beasiswa S1 Luar Negeri (AUS)+ Uang Saku + Biaya Hidup $3000/bln
Beasiswa S2 Luar Negeri (AUS) + Uang Saku + Biaya Hidup $3500/bln

Beasiswa S2 Luar Negeri (JPN) + Uang Saku + Biaya Hidup $3500/bln
Beasiswa S2 Luar Negeri (US) + Uang Saku + Biaya Hidup $5000/bln

Beasiswa S2 Luar Negeri (JERMAN) + Uang Saku + Biaya Hidup $4500/bln
Beasiswa S2 Luar Negeri (INGGRIS) + Uang Saku + Biaya Hidup $4500/bln
Beasiswa S2 Luar Negeri (PARIS) + Uang Saku + Biaya Hidup $4500/bln
Beasiswa S2 Luar Negeri (MESIR) + Uang Saku + Biaya Hidup $3500/bln

Terima kasih georgeus atas komentarnya!
Ding Dong said...
pada tanggal 

Agent Betting Online

Agen Bola

Agen Togel

Agen Casino

Agen Tangkas

Agen Poker

Bandar Poker

Judi Poker

Judi Online

Domino Online

Buku Mimpi

Prediksi Toto

Hasil Togel Hari Ini

Rumus Togel

Zona Live Score

Bandar Judi Online

Agen Judi

Agen Judi Online

Judi Online Terpercaya

Togel

Prediksi Togel Jitu

Hasil Togel

Poker Terpercaya

Movie Online

Terima kasih Ding Dong atas komentarnya!
Bimbinganbelajar ikhalifahsmart said...
pada tanggal 

Semoga bermanfaat ini anchor text

Terima kasih Bimbinganbelajar ikhalifahsmart atas komentarnya!
college of computer said...
pada tanggal 


I'm really enjoying the design and layout of your website.
Qassim & QU

Terima kasih college of computer atas komentarnya!

Post a Comment

Real Count Capres 2014, manakah tokoh yang anda anggap pantas memimpin indonesia di tahun 2014 mendatang !

CLOCK

GOOGLE TRANSLATE

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Postingan Terbaru

MAP

JUMLAH PENGUNJUNG

TMobile Cell Phone

TOTAL PAGE VIEW

free counters
widgeo.net

widget

POPULAR POSTS

Enter your email address:

Follow This Blog

KOMENTAR TERBARU