Alvyanto makalah gizi 0


PENYAKIT GIZI SALAH
Disusun Oleh :
Eka Sapri Alvyanto (07330053)
JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
2008
PENYAKIT GIZI SALAH
A.PENYAKIT GIZI SALAH
Salah satu masalah pokok kesehatan di Negara-negara sedang berkembang adlah masalah gangguan terhadap kesehatan masyarakat yang disebabkan oleh kekurangan gizi. Oleh karena itu, usaha-usaha perbaikan gizi masyarakat dinegara ini merupakan salah satu usaha kesehatan yang menonjol, yang menjadi bagian dari program pembangunan nasional. Walaupun telah banyak dilakukan penyuluhan gizi dalam berbagai bentuk, namun pengertian gizi salah atau penyakit gangguan gizi sering diasosiasikan dengan penyakit gizi kurang. Hal ini disebabkan akibat dari pencerminan kejadian penyakit kurang gizi yang cukup banyak jumlahnya dalam masyarakat Negara yang sedang berkembang.

Berbicara masalah gizi, kita tidak terlepas atas pembahasan mengenai zat-zat makanan atau nutrisi yang masuk kedalam tubuh untuk itu pada pembahasan tentang penyakit gizi salah juga akan diterankan tentang zat-zat gizi yaitu: karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan air. Makanan yang bergizi adalah makanan yang mengandung zat-zat nutrien yang dibutuhkan oleh tubuh agar tubuh dapat melakukan fungsi-fungsinya dengan sebaik-baiknya. Dengan perkataan lain zat gizi sangat diperlukan oleh tubuh untuk pertumbuhan, perbaikan jaringan dan pemeliharaan tubuh beserta semua fungsinya.
Menurut tingkatannya, keadaan gizi dapat digolongkan dalam tiga tingkat yaitu: keadaan gizi lebih, keadaan gizi baik atau seimbang, dan keadaan gizi kurang. Gizi baik akan dapat dicapai dengan memberi makanan yang seimbang bagi tubuh menurut kebutuhan. Sedang gizi kurang menggambarkan ketidakseimbangan makanan yang dimakan dengan kebutuhan tubuh manusia.
Penyakit gangguan gizi banyak ditemui pada masyarakat golongan rentan, yaitu golongan yang mudah sekali menderita akibat kekurangan gizi dan juga kekurangan zat makanan (deficiency) misalnya kwarshiorkor, busung lapar, marasmus, beri-beri, dan lain-lain. Kegemukan (Obesity), kelbihan berat badan (Overweight) merupakan tanda gizi salah yang berdasarkan kelebihan dalam makanan.
Kedudukan gzi (nutrition status) seesorang atau sesuatu golongan penduduk (populationi), ialah suatu tingkat kesehatan yang merupakan akibat dari intake dan penggunaan (utilizationi) semua nutrien yang terdapat dalam makanan sehari-hari. Dinegara-negara yang teknologinya terbelakang, kekurangan gizi merupakan penyebab kematian dimasa kanak-kanak.
Sejak dari masa janin, bayi, remaja sampai ke masa dewasa dan lansia (lanjut usia), manusia membutuhkan zat-zat yang berguna untuk membantu fungsi semua organ agar dapat berjalan dengan baik, apakah zat itu karbohidrat, protein, lemak, vitamin, garam mineral dan air. Karbohidrat, protein, dan lemak dibutuhkan sebagai sumber tenaga atau energi untuk bekerja.
Banyak masalah-maslah kesehatan yang dapat ditimbulkan akibat tidak adanya keseimbangan yang lebih dikenal sebagai akibat dari gizi salah. Gizi salah yang diderita pada masa janin (dalam kandungan) dan masa anak-anak dapat menghambat antara lain kecerdasan, motivasi, kesanggupan belajar. Selain itu, ada dugaan bahwa gizi salah yang diderita pada masa janin dapat menimbulkan kelainan kromosoma yang bisa berakibat pada perilaku abnormal atau kelainan.
A. ZAT-ZAT GIZI YANG PENTING BAGI TUBUH
Berbagai zat gizi yang diperlukan tubuh tersebut dapat digolongkan kedalam enam macam yaitu:
1. karbohidrat
2. protein
3. lemak
4. vitamin
5. mineral,dan
6. air
sementara itu energi yang diperlukan tubuh dapat diperoleh dari hasil pembakaran karbohidrat, protein, dan lemak didalam tubuh. Dialam ini terdapat berbagai jenis bahan makanan baik yang berasal dari tumbuh-tumbuhan yang disebut pangan nabati maupun yang berasal dari hewan yang dikenal sebagai pangan hewani.
Pada zat gizi seperti yang tersebut diatas yaitu:
1. Karbohidrat
Pada umumnya karbohidrat dapat dikelompokkan menjadi tiga golongan yaitu: monosakarida, oligosakarida, dan polisakarida. Karbohidrat sendiri bisa diperoleh dari beberapa sumber makanan yaitu:
1) Jenis gandum dan hasilnya, ubi akar, dan hasilnya. Seperti yang terdapat dalam Al-Qur’an surat
2) Kacang-kacangan, biji-bijian dan hasilnya sesuai dengan Al-Qur’an surat Yaasin ayat 33 yang artinya “Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah bumi yang mati. Kami hidupkan bumi itu dan Kami keluarkan dari padanya biji-bijian, maka daripadanya mereka makan”.
3) Daging dan hasilnya sesuai dengan Al-Qur’an surat An-nahl ayat 14 yang artinya “Dan Dia-lah, Allah yang menundukkan lautan (untukmu), agar kamu dapat memakan daripadanya daging yang segar (ikan), dan kamu mengeluarkan dari lautan itu perhiasan yang kamu pakai; dan kamu melihat bahtera berlayar padanya, dan supaya kamu mencari (keuntungan) dari karunia-Nya, dan supaya kamu bersyukur.” Dan juga surat ath Thuur ayat 22 yang artinya “ Dan Kami beri mereka tambahan dengan buah-buahan dan daging dari segala jenis yang mereka ingini”.
4) Sayur-sayuran sesuai dengan Al-Qur’an surat Al baqarah ayat 61 yang artinya “Dan (ingatlah), ketika kamu berkata: "Hai Musa, kami tidak bisa sabar (tahan) dengan satu macam makanan saja. Sebab itu mohonkanlah untuk kami kepada Tuhanmu, agar Dia mengeluarkan bagi kami dari apa yang ditumbuhkan bumi, yaitu sayur-mayurnya, ketimunnya, bawang putihnya, kacang adasnya, dan bawang merahnya." Musa berkata: "Maukah kamu mengambil yang rendah sebagai pengganti yang lebih baik ? Pergilah kamu ke suatu kota, pasti kamu memperoleh apa yang kamu minta." Lalu ditimpahkanlah kepada mereka nista dan kehinaan, serta mereka mendapat kemurkaan dari Allah. Hal itu (terjadi) karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para Nabi yang memang tidak dibenarkan. Demikian itu (terjadi) karena mereka selalu berbuat durhaka dan melampaui batas.
5) Buah-buahan sesuai dengan Al-Qur’an surat Al Mu’minuun ayat 19 yang artinya ”Lalu dengan air itu, Kami tumbuhkan untuk kamu kebun-kebun kurma dan anggur; di dalam kebun-kebun itu kamu peroleh buah-buahan yang banyak dan sebahagian dari buah-buahan itu kamu makan”.
2. Protein
Protein merupakan suatu zat makanan yang sangat penting bagi tubuh, karena zat ini berfungsi sebagai bahan baker dalam tubuh juga berfungsi sebagai zat pembangun. Jenis protein berdasarkan macam asam amino yang membentuknya yaitu:
1. Protein sempurna (complete Protein) yaitu protein yang mengandung asm-asam amino esensial lengkap baik macam maupun jumlahnya. Contohnya kasein pada susu dan Albumin pada putih telur.
2. Protein tidak sempurna (incomplete protein) yaitu protein yang tidak mengandung atau sangat sedikit berisi satu atau lebih asm-asm amino esensial. Contohnya Zein pada jagung dan protein nabati lainnya.
3. Protein kurang sempurna (partially Complete Protein) yaitu protein yang mengandung asam amino esensial yang lengkap tetapi beberapa diantaranya hanya sedikit. Contohnya Legumin pada kacang-kacangan dan gliadin pada gandum.
Didalam Al Qur’an terdapat anjuran untuk mengkonsumsi makanan yang mengandung protein seperti yang terdapat pada Al-Qur’an surat Al Mu’minuun ayat 21 yang artinya “ Dan sesungguhnya pada binatang-binatang ternak, benar-benar terdapat pelajaran yang penting bagi kamu, Kami memberi minum kamu dari air susu yang ada dalam perutnya, dan (juga) pada binatang-binatang ternak itu terdapat faedah yang banyak untuk kamu, dan sebagian daripadanya kamu makan”.
3. Lemak
Salah satu komponen lemak adalah asam lemak. Asam lemak dibagi menjadi tiga yaitu Asam lemak jenuh, asam lemak tak jenuh tunggal, dan asam lemak tak je nuh poli.
1. Sumber asam lemak jenuh
Asam lemak jenuh berasal dari berbagai sumber asam lemak diantaranya ditampilkan pada table 1.1
Table 1.1 Macam asam lemak jenuh dan sumbernya
Macam asam Lemak jenuk
Sumbernya
Panjang rantai
Sifat fisik
Asam laurat
Asam miristat
Asam palmitat
Asam stearat
Asam arakhidat
Asam behenat
Asam lignoserat
Asam butirat
Asam kaproat
Asam kaprilat
Asam kaprat
Minyak kelapa
Minyak nabati
Minyak nabati dan hewani
Minyak nabati dan hewani 1
Minyak kacang
Minyak kacang
Minyak kacang
Lemak butter
Lemak butter
Minyak kelapa
Minyak butter
Minyak kelapa
Minyak salam
C12­­
­­­C14
C16
C18
C20
C22­­
C24
C4­­
C6
C8
C10
Padat
Padat
Padat
Padat
Padat
Padat
Padat
Cair
Cair
Cair
Cair
2. Sumber asam lemak tak jenuh tunggal
Sumber dari asam lemak tak jenuh dengan ikatan rangkap tunggal dapat dilihat pada tabel 1.2
Table 1.2. Macam asam lemak yang tergolong MUFA dan sumbernya
Macamnya
Sumber
Panjang rantai
Sifat fisik
Asam palmitoleat
- lemak nabati
- lemak hewani
C16
Cair
Asam oleat
- lemak nabati
- lemak hewani
- 75% minyak live
- 30% lemak babi
- 40% lemak sapi
dan domba
18
Cair
3. Sumber asam lemak tak jenuh poli
Sumber dari asam lemak tak jenuh poli disajikan dalam tabel 1.3
Tabel 1.3 sumber asam lemak tak jenuh
Macamnya Sumber Panjang rantai Sifat fisik
Asam linoleat
· 10% dalam advokat
· 20%-30% dalam kacang atau lemak ayam
· 50%-60% dalam minyak jagung
· 70% dalam minyak kapas
C18 Cair
Asam eleostearat
- lemak sapi, lemak ayam, dan lemak nabati
C18 Cair
Asam linolenat
· 20% dalam hati
· 7% dalam kacang kedelai
C18 Cair
Asam arakhidonat
· lemak hewani
· minyak kacang tanah
C20 Cair
4. Vitamin
Vitamin merupakan suatu molekul organik yang sangat diperlukan oleh tubuh untuk proses metabolisme dan pertumbuhan yang normal.
Vitamin dibagi dalam kelompok vitamin yang larut dalam air dan vitamin yang tidak larut dalam air (tetapi dapat larut dalam lemak).
1. Vitamin yang larut dalam air
Vitamin yang tidak larut dalam air antara lain : vitamin C dan vitamin B kompleks.
2. Vitamin yang tidak larut dalam air (larut lemak)
Vitamin yang tidak larut dalam air yaitu vitamin yang sering disebut vitamin A, D, E, K.
5. Mineral
Mineral merupakan unsure esensial bagi fungsi normal sebagai enzim yang sangat penting dalam pengendalian komposisi cairan tubuh 65% adalah air dalam bobot tubuh. Mineral dibagi dua macam yaitu: makromineral dan mikromineral. Sumber mineral antara lain daging, keju, ikan, telur, serial, beras giling dan biji-bijian.
6. Air
Air dalam tubuh merupakan unsure esensial air merupakan bahan yang sangat penting bagi kehidupan dan fungsinya tidak dapat digantikan oleh senyawa lain. Air dibedakan menjadi air yang diperoleh secara eksogen dan air yang diperoleh secara endogen.
B. KLASIFIKASI PENYAKIT GIZI SALAH
Penyakit gizi semakin lengkap diketahui dengan kemajuan-kemajuan dibidang ilmu gizi dan tehnik risetnya. Banyak penyakit yang tadinya tidak diketahui sebabnya dan dimasukkan kedalam penyakit disposisi, ini ternyata merupakan penyakit kelainan gizi.
Penyakit gizi salah dapat digolongkan kedalam tiga kelompok yaitu:
1. Penyakit-penyakit bawaan, berdasarkan kesalahan susunan genetik yang menyebabka kelainan dalam sintesa enzim, yang dimulai dari kesalahan genetik, metabolisme (dengan perantara enzim), sehingga menyebabkan terjadinya penyakit-penyakit ini disebut juga dengan “inbornerros of metabolism”. Penyakit gizi akibat kessalahan genetik dapat menyebabkan:
o Enzim tertentu menurun sehingga mengakibatkan penderita akan mengalami intoleransi glukosa, intoleransi fruktosa dan lain-lain.
o Penyakit gangguan metabolisme
o Penyakit degeneratif (penurunan).
Contoh kesalahan genetik dapat menyebabkan produksi insulin menurun sehingga dapat mengakibatkan gangguan metabolisme glukosa rusak (diabetes militus)
2. Penyakit-penyakit berdasarkan ketidak seimbangan antara “intake” dan “requirement” dan zat-zat gizi.
Dilihat dari intake dan requirement ada dua kemungkinan:
1. Penyakit gizi lebih. Contoh: Obesitas yang berkembangan menjadi diabetes militus, jantung koroner, immunity diseases, dan lain-lain.
2. Penyakit gizi kurang ada dua kategori:
· Penyakit devisiensi gizi yang komplek.
Contoh kwashiorkor (yang disebabkan karena kekurangan kalori dan protein), marasmus (yang disebabkan karena kekurangan kalori), busung lapar (yang disebabkan karena kekurangan protein).
Berdasarkan sebab yang mengakibatkan gizi salah, dibedakan menjadi dua yaitu gizi salah primer dan gizi salah skunder. Pada gizi salah primer,kelainan terletak pada intake dan pada makanan, baik merupakan kelebihan maupun kekurangan. Intake pada gizi salah skunder adalah mencukupi, tetapi terdapat rintangan pada rangkaian pada proses pencernaan, penyerapan, transportasi, dan ubilization daripada zat-zat makanan. Pada gangguan itu terjadi sesuatu keadaan devisiensi dalam efektifitas dari zat-zat makanan. Gangguan lain yang menyebabkan gizi salah skunder ialah keadaan-keadaan yang mempertinggi destruksi atau ekskresi zat-zat makanan, sehingga persediaannya untuk penggunaan dalam tubuh menjadi berkurang dapat pula terjadi devisiensi relatif. Karena kebutuhan (requirement) bertambah, sedangkan persediaan zat-zat makanan seperti biasa. Semua faktor yang menyebabkan gizi salah skunder disebut dengan conditioning factors kemungkinan terjadi conditioning factors yang menimbulkan gizi salah pada seorang penderita suatu penyakit, harus mendapat perhatian dokter sepenuhnya, dengan cara mencegah gizi salah baik primer maupun skunder.
3. Penyakit – penyakit keracunan makanan
3. BEBERAPA JENIS PENYAKIT
Banyak masalah-masalah kesehatan yang dapat ditimbulkan akibat tidak adanya keseimbangan gizi yang lebih dikenal sebagai akibat gizi salah. Dalam pembahasan gizi salah yang dapat menimbulkan masalah kesehatan tidaklah semata-mata karena keadaan kurang gizi, namun kelebihan gizipun dapat menimbulkan gangguan pada manusia. Jadi dapat disimpulkan bahwa yang tergolong dalam gizi salah (malnutrisi) ini terdapat dua golongan yaitu kurang gizi (under nutrition) dan kelebihan gizi (over nutrition). Penyakit yang disebabkan oleh kelebihan gizi (over nutrition) sering dijumpai pada masyarakat dinegara-negara maju seperti penyakit jantung koroner, darah tinggi (hipertensi), dan lain-lain. Sedangkan di Negara-negara yang sedang berkembang pada umumnya banyak dijumpai keadaan kurang gizi yang sering disebut dengan Kurang Energi Protein (KEP), devisiensi vitamin A, gangguan akibat kekurangan iodiom (GAKI) dan lain-lain yang nantinya dapat berakibat pada turunnya daya tubuh dan memudahkan untuk terserang berbagai macam penyakit infeksi.
Macam-macam penyakit yang disebakan oleh gizi salah antara lain:
1. Obesitas
Obesitas didefinisikan sebagai suatu kelebihan lemak dalam tubuh. Secara klasik obesitas telah diidentifikasikan sebagai bobot yang lebih besar dari 20% bobot yang layak bagi pria dan wanita untuk tinggi tertentu.Berdasarkan devinisi obesitas pada wanita adalah kandungan lemak dalam tubuh yang lebih 30%, sedang pada pria batas bawahnya lebih rendah yaitu antara 20-25%.adanya perbedaan ini disebabkan adanya karena pertimbangan lemak per bobot tubuh total pada wanita lebih besar daripada pria.berdsaarkan morfologi jaringan adipose yang dijadikan tumpuan, maka obesitas diidentifikasikan sebagai hipertrofik, yang dicirikan oleh pembesaran ukuran sel lemak atau hiperplastik, hipertrofik yang dicirikan oleh bertambnya sel-sel lemak maupun oleh pembesaran ukuran sel.Biasanya obesitas hipertrofik berkolerasi dengan obesitas pada umur dewasa sedang obesitas sedang hiperplastik hipertrofik berkolerasi dengan munculnya obesitas pada masa kanak-kanak atau remaja. Dalam usaha mencegah dan mengobati timbulnya obesita, diperlukan pengetahuan tentang penyebab penyebab munculnya kelebihan lemak dalam tubuh. Klasifikasi obesitas sebagian bersifat endogen dan dan bersifat eksogen,dengan jelas mengimplikasikan adanya penyebab obesitas internal(metabolic indokrin) dan eksternal (berkaitan dengan diet),sehingga banyak sekali usaha yang dilakukan untuk menilai peranan factor genetic dan lingkungan, terhadap semua jenis obesitas.
Obesitas adalah peningkatan kegiatan liporprotein lipase (LPL) dan peningkatan ukuran sel lemak sepanjang minggu pertama kehidupan.LPL adalah enzim yang menghidrolisis bagian trigli serida dari khilomikro yang beredar dan protein berkepadatan sangat rendah (very low density lipprotein=VLDL) menjadi asam lemak bebas (free fatty acid = FFA) yang kemudian diangkut melintasi membrane sel, diesterkan kembali, dan disimpan sebagai lipid didalam sel.Faktor-faktor lingkungan utama yang dianggap berperan terhadap munculnya obesitas pada manusia yang meliputi makan berlebih sejak dini, makan tanpa batas, factor social ekonomi dan budaya juga memainkan peranan yang nyata, meskipun tidaak secara langsung mempengaruhi munculnya obesitas.
Suatu ciri obesitas yang telah disepakati oleh para peneliti bahwa adanya kecenderungan obesitas akan tetap saja obesitas, atau jika dapat diturunkan bobot tubuhnya dengan plengobatan maka setelah pengobatan selisih bobot tubuhnya akan meningkat kembali.
Pengobatan obesitas dapat dilakukan melalui:
· Diet dengan cara puasa, khusunya diet rendah kalori, dimana terdapat pada makanan yang kaya serat dan rendah lemak, dimana makanan yang kaya serat akan menyebabkan gastric empeting tinggi (tahan lama dalam lambung), mengikat lemak atau kolesterol, transite time(waktu tinggal diusus) rendah dan mengakibatkan rasa kenyang yang lama.
· Latihan fisik, dimana sangat efektif untuk menurunkan berat badan, apabila didampingi dengan pembatasan masukan kalori.
· Pengulahan prilaku dimana diet dapat dilakukan denga mengubah nafsu makan dengan menginduksikan suatu keadaan metabolik yang merangsang anoreksia yang disertai dengan mobilisasi lipid.
· Pembedahan
· Farmakologik
2. Kekurangan kalori protein
Di Indonesia hampir sepertiga anak pra sekolah menderita KKP atau PCM (protein calori malnutrision) yang disebabkan oleh karena kebiasaan makan yang tidak cukup mengandung kalori dan protein, sehingga akan menyebabkan terjadinya defisiansi protein dan kalori atau kekurangan kombinasi antara keduanya.KKP seringkali dijumpai pada anak usia 6 bulan sampai dengan 5 tahun, dimana pada usia ini tubuh memerluksn zat gizi tinggi, sehingga apabila kebutuhan zat gizi itu tidak tercapai maka tubuh akan menggunakan cadangan zat makanan yang ada, sehingga lama kelamaan cadangan itu akan habis dan akan meenyebabkan kelainan pada jaringn, dan proses selanjutnnya dalam tubuh akan menyebabkan terjadinya perubahan dan akhirnya akan menimbulkan kelainan anatomis.
Jenis KKP atau PCM ini dikenal dalam tiga bentuk yaitu: kwarshiorkor, marasmic kwarshiorkor, dan marasmus.
1. Kwarshiorkor, penyakit ini terjadi akibat tidak cukupnya makanan yang dikonsumsi dan tidak cukupnya protein. Jenis penyakit ini sering dijumpai pada bayi dan anak usia 6 bulan sampai 5 tahun pada keluarga berpenghasilan rendah, dan umumnya kurang sekali pendidikannya.
Tabel 1.4 Penggolongan diet penururunan bobot tubuh
No
Jenis diet
Keterangan
Ciri-ciri
I
Nilai gizi seimbang, kalori tanpa batas,kalori tebatas, jenis beragam.
Formula.
Homogen cair diet campuran berkalori rendah (800-1200 kkl).
Homogen cair
Monoton, masukan kalori
Masukan kalori diawasi ketat, menoton
II
Nilai gizi tak berimbang(dapat pula kalori terbatas).



Perbandingan zat gizi diubah Protein atau karbohidrat tinggi, lemak rendah. Koefisienan pemanfaatan kalori rendah, penimbunan lemak berkurang, susah mencari bahan makanan penganti

Pebandingan zat gizi diubah. Karbohidrat rendah, lemak atu protein tinggi. Ketosis nafsu makan menurun, kehilangan kalori disebabkan menyebabkan ekresi rendah, susah mencar bahan makanan pengganti

Mengutamakan bahan makanan khusus. Aggur, rumput laut, vitamin B6,dll Mengandung lipolisis, penurunan keefisienan pemanfaatan kalori menoton
III
Rendah kalori Serat kasar tinggi, lemak rendah Laju makan trhambat(perlu lebih sering mengunyah) pencernaa/penyerapan zat gizi terhambat, mnimbulkan rasa kenyang
IV
Puasa



Diet berkalori rendah sekali Protein/campuran Protein/karbohidrat 300-600 kkal/hari Lemak tubuh berkurang, protein tubuh berlebih, ketosis, lemak tubuh dan protein berkurang, sangat kategonik

Puasa penuh


Tanda-tanda penyakit ini adalah:
· Bengkak pada tangan, kaki, atau anggota badan yang lain.
· Berat badan kurang karena tidak sesuai dengan umur.
· Wajahnya sembab dan otot-ototnya kendur.
Karena adanya pembekakan maka penurunan berat badan tidak terjadi, tetapi pertambahan tinggi terhambat. Lingkaran kepala mengalami penurunan. Serum albumin selalu rendah bila turun sampai 2,5 mg/ml atau lebih rendah, mulai terjadi pembekakan.
Keadaan yang demikian biasanya disertai dengan tanda-tanda:
· Rambut tipis dan kulat kusam.
· Pucat karena anemia
· Beraknya encer
· Ulkus/pecah pada berbagai tempat
· Pembesaran hati
· Kulit pecah dan mengelupas
· Gejala kurang vitamin A
2) Marasmik Kwarshiorkor adalah gambaran dua jenis penyakit gangguan gizi yang sangat penting. Dimana ada sejumlah anak yang menunjukkan keadaan mirip dengan marasmus, yang ditandai ddengan adanya odema, menurunnya kadar protein (albumin) dalam darah, kulit mengering dan kusam serta otot menjadi lemah.
3) marasmus disebabkan karena kekurangan kalori yang berlebihan, sehingga menyebabkan zat cadangan makanan (tersimpan) dalam tubuh terpaksa dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan yang sangat diperlukan untuk kelangsungan hidupnya. Penyakit ini banyak ditemukan peda bayi dibawah usia 1 tahun, yang disebabkan karena tidak mendapat ASI atau penggantinya.
Tanda-tanda yang sering dijumpai:
· Sangat kurus, tinggal tulang terbungkus kulit bahkan sampai berat badan dibawah waktu lahir.
· Wajahnya seperti orang tua.
· Kulitnya keriput, pantat kosong, paha kosong, tangan kurus, dan iga nampak jelas.
. Keadaan seperti ini biasanya disertai dengan tanda-tanda:
· Pucat karena anemia
· Beraknya encer
· Dehidrasi, banyak kekurangan cairan tubuh
· Gejala kekurangan vitamin A dalam mineral.
Pencegahan terhadap gangguan gizi sebagai akibat dari KKP atau PCM, yaitu dengan melakukan kegiatan penyuluhan gizi pada masyarakat yang bertujuan untuk menyadarkan, memperbaiki dan merubah tingkah laku/kebiasaan masyarakat untuk menerapkan kebiasan makan yang baik, misalnya dengan cara sebagai berikut:
· Makanan sehat
· Penggalakan ASI sebagai makanan bayi terbaik.
· Makana tambahan bayi diatas 6 bulan
· Pekanekaragaman menu dengan memperhatikan segi gizi, harga dan
· Makanan anak pada waktu sakit
· Makan ibu hamil dan menyusui
· Hubungan makanan dengan pertumbuhan anak
· Hygine dan sanitasi
3. Busung lapar
Busung lapar atau bengkak lapar dikenal juga dengan istilah Honger Oedeem (HO). Busung lapar disebabkan karena kekurangan makanan, terutama protein dalam waktu yang lama secara berturut. Tanda-tanda yang dapat dilihat:
o Badan kurus.
o Kaki dan tangan bengkak.
o Kulit kerig dan kusam.
o Sekitar mata bengkak dan apatis
Adapun factor yang mempengaruhi keadaan tersebut adalah factor social dan ekonomi.
4. Defisiensi vitamin A
Vitamin A adalah suatu alcohol yang larut dalam minyak. Kelainan yang dapat timbul apabila kekurangn vitamin A:
· Buta senja sebagai akibat dari gangguan regenerasi rhodopsin.
· Xerophthalmiah, terjadi perubahan pada jaringan yang menjadi keras dan kering, bercak putih berbuih bentuk segitiga pada selaput mata (bercak bitot).
Pencegahan defisiensi vitamin A dengan cara “massive dosing”, yaitu pemberian vitaminA dosis tinggi kepada anak-anak prasekolah.
Hipervitaminosis A yaitu intake vitamin A secara ” acute”. Hipervitamiosis A terjadi pada anak-anak.
Gejala keracunan vitamin A yang berlebihan :
· Kehilangan nafsu makan
· Sakit kepala
· Muntah-muntah
· Kelainan pada kulit
· Sakit pada tulang
· Penghambatan pertumbuhan.
Pengobatan hanya dengan menghentikan pemberian vitamin A tersebut, yang diikuti oleh hilangnya tanda-tanda tersebut dalam waktu pendek. Hipervitaminosis A hanya terjadi karena intake preformed vitamin A.
5. Defisiensi thiamine (vitamin B1)
Tanda-tanda kekurangan vitamin B1 pada bayi berumur 3 bulan:
· Berat badan tetap, gelisah, flu, dan diare, perubahan detak jantung secara mendadak dan dapat menimbulkan kematian.
· Gerak reflek lutut kurang, meninggi dan tidak ada sama sekali.
Kalau kulit ditekan tidak cepat kembali. Makanan yang kaya akan thiamine seperti: beras tumbuk, beras pecah kulit, kacang-kacangan, daging, telur, susu, dan sayuran dapat mencegah penyakit beri-beri yang merupakan penyakit akibat kekurangan thiamine. Pengobatan penyakit beri-beri dapat dilakukan dengan perbaikan susunan menu yang dikonsumsi setiap hari.
6. Defisiensi vitamin B (riboflavin)
Tanda-tanda kekurangan vitamin B2:
· Mata dapat melihat denngan baik, pothopobia, perasaan panas dan gatal, vaskularisasi pada kornea, bendungan pembuluh pada sclera.
· Pada kulit dermatitis, gemuk pada lipatan nasolabia dan scrotum, pecah pada sudut mulut (stomatis angularis), luka pada bibir (cheilosis), radang pada ujung dan bagian samping lidah dengan warna khas merah jambu dan licin.
Untuk pencegahan bahan makanan yang kaya akan riboflavin harus selalu ada dalam menu setiap hari.
7. Defisiensi Niacin (asam nikotinat).
Dalam jaringan tubuh manusia dan hewan vitamin B2 ditemukan dalam bentuk amida, sedang dalam tumbuh-tumbuhan sebagai asam nikotinat atau niacin. Jaringan tubuh hewan dan manusia dapat mengubah asam amino menjdi trypthophane menjadi niacin, dengan bantuan riboflavin dan pyridoksin. Kekurangan trypthophane atau niacin dapat mengakibatkan penyakit pelagra (kulit kasar). Tanda-tandanya dikenal dengan “4D”, yaitu: diare, dermatitis, dimensia niacin dalam makanan sehari-hari ialah beras, kacang-kacangan, daging, telur, susu, dan lain-lain.
Pengobatan penyakit pelagra dimulai dengan memperbaiki makanan sehari-hari ditambahkan pengobatan vitamin-vitamin B-komplek.
8. Defisiensi vitamin B12
Vitamin B12 berguna untuk memberi stimulasi pada jaringan hemopoietik. Kekurangan vitamin B12 dapat menimbulkan penyakit anemia dengan tanda-tanda sebagai berikut:
· Lidah halus dan mengkilat, perubahan saraf dan anemia makrositik.
· Sel darah merah berkurang jumlahnya dan membesar.
Anemia karena defisiensi asm falat banyak tedapat pada ibu hamil.
9. Defisiensi vitamin C (asam askorbat)
Vitamin C merupakan vitamin yang paling labil, peka terhadap alkali dan oksidasi, terutama pada ion-ion besi dan tembaga yag bekerja sebagai katalisator. Vitamin C diperlukan untuk pembentukan subtansi interseluler (reticulum, collagen), memegang peranan dalam pembentukan gigi dan integritas pembulu darah. Kekurangan vitamin C dienal dengan “scury”.
Tanda-tanda kekurangan vitamin C:
· Kelainan pada gusi, meradang dan mudah brdarah.
· Nyeri pada kaki
· Lemas, pucat.
· Berat badan turun.
· Bila ada luka penyembuhannya sangat lambat.
Pengobatan dilakukan dengan memberikan vitamin C (asam askorbat) dalam jumlah cukup (100-200 mg sehari) untuk beberapa lama.
10. Defisiensi vitamin D
Vitamin merupakan campuran dari berbagai ikatan kimIa yang tergolong sterol. Dengan daya artirasitik. Sekarang dikenal 16 macam, dengan dua buah yang terkenal yaitu vitamin D2 dan vitamin D3.
Akibat kekurangan vitamin D terjadi penyakit rachitis, umumnya terdapat pada anak-anak tanda-tanya:
· Tulang menjadi bengkok
· Gigi keluar terhambat
· Panggul menjadi kecil dan sempit
Menjemur anak-anak dalam sinar matahari adalah cara pengobatan dan pencegahan yang baik. Kelebihan vitamin D menyebabkan keracunan yang mengakibatkan berlawanan dengan pengaruh baik vitamin D. zat kapur dan phosfor dimobilisasikan (dikerahkan) dari tulang-tulang, sehingga kekurangan kedua zat ini dapat menyebabkan tulang menjadi rapuh.
11. Defisiensi vitamin E (tocopherol)
Vitamin E dikenal sebagai vitamin anti kemandulan dan merupakan zat anti oksidasi yang melindungi vitamin yang mudah teroksidasi. Vitamin dapat mengatur metabolisme anti inti sel. Vitamin E sering digunakan untuk melawan kemandulan dan mencegah keguguran pada wanita. Pemberian vitamin E engan vitamin A dapat memberikan pengaruh penambahan efisiensi vitamin A didalam badan.
12. Defisiensi vitamin K
Vitamin K diperlukan dalam pembentukan prothombin untuk pembekuan darah. Kekurangan vitamin K menyebabkan hambatan pada pembekuan darah, sehingga perlukaan-perlukaan akan mengeluarkan darah yang lebih banyak dari biasanya. Selainan teradapat pada sayuran vitamin K disintesikan oleh jasad renik didalam usus, kemudian tersedia untuk diserap dan dipergunakan oleh manusia.
13. Defisiensi calsium
Jumlah kalsium dalam tubuh orang dewasa kira-kira 1,5-2,2 % dari berat badan. Kalsium banyak terdapat pada susu, telur, dan sayuran. Gejala kekurangan kalsium pada anak kecil tidak dapat dihat jelas. Penyakit rakchitis dan penghambatan pada pertumbuhan dapat terjadi , apabila kekurangn calcium, kekurangan phosphorus dan vitamin D. vitamin D dan C mempengaruhi penyerapan CA(calcium) dari rongga usus. Lemak yang berlebih-lebihan dalam makanan dan oksalat yang terdapat banyak dalam sayuran serta buah-buahan, semua ini mempengaruhi penyerapan Ca.
14. Defisiensi iodium
Kekurangan garam iodium menyebabkan penyakit gondok. Kekurangan disebabkan karena kadar iodium air minum, tanah, susu dan bahan makan lainnya sangat rendah.fungsi kelenjar gondak dengan pertumbuhan erat sekali.
Beberapa akibat yang disebabkan oleh defisiensi iodium:
· Pembesaran kelenjaran tiroid (gondok)
· Kretin (kekurangan iodium berlajut)
· Myxedema
· Kematian ibu dan anak
Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya defisiensi iodium, diantaranya:
1. Masukan iodium yang rendah
2. Penghambatan metabolisme iodium oleh senyawa goitrogen.
Goitrogen adalah senyawa yang dapat menghambat sintesa hormon yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid.
3. Faktor genetik
Penyakit gondok dapat juga diturunkan, jadi ada penderita gondok karena keturunan.
Upaya pencegahan defisiensi iodium dapat dilakukan dengan berbagai cara, yaitu:
· Fortifikasi
1. Fortifikasi iodium dalam garam dapur
2. Fortifikasi iodium pada coklat
3. Fortifikasi iodium pada air minum
4. Fortifikasi iodium pada roti
5. Fortifikasi iodium pada gula kelapa
· Penyuntikan lipiodol
Lipiodol adalah larutan iodium dalam minyak dengan kadar 40% yang diberikan dalam bentuk suntikan. Sasaran penyuntikan lipiodol adalah wanita berusia 0-45 tahun dan pria berusia 0-20 tahun.
15. Defisiensi besi
Zat besi merupakan bagian dari hemoglobin yang diperlukan oleh tubuh untuk pengaturan oksigen kejaringan. Untuk absorbsi zat besi dalam usus diperlukan suatu protein. Absorbsi zat besi tergantung pada keperluan tubuh dan dipengaruhi oleh cadangan zat besi itu dalam tubuh. Asam klor dari lambung dan vitamin C dalam makanan. Kekurangan zat besi dalam tubuh mengakibatkan kekurangan darah (anemia nutritional). Penyakit ini dapat dijumpai pada anak yang sedang tumbuh, gadis remaja dan wanita, terutama wanta yang sedang mengandung dan menyusui.
Pengobatan kekurangan zat besi:
· Pemberian makanan yang banyak mengandung zat besi seperti sayuran, kacang-kacangan, telur dan hati.
· Pemberian tablet zat besi
· Pendidikan gizi serta penggalakan holtikultura
16. Keracunan HCN (asam biru)
Keracunan yang disebabkan asam biru (HCN). Misalnya pada singkong yang mengandung suatu glukosida yang oleh pengaruh enzim akan menghasilkan HCN. Gejala-gejala keracunan singkong antara lain:
· Mual dan muntah-muntah
· Sesak napas
· Koma.
17. Aflatoxin
Sejak tahun 1960 diketahui adanya racun yang dihasilkan oleh jamur Aspergilus falvus yang dapat mencemari kacang tanah. Racun ini diberi nama dengan Aflatoxin. Toxin ini memberikan dua jenis toksitas:
· Toxitas akut menimbulkan peradangan hati dan kadang-kadang menyerang pangkreas.
· Toxitas kronis yang bersifat conansgenik yang dapat menimbulkan carcionoma hati.
Toxitas pertama terjadi pada dosis tinggi dalam waktu pendek, sedangkan toxitas kedua terdapat pada dosis rendah dalam jangka panjang.
Upaya untuk mengurangi dampak dari penyakit gizi sesuai pedoman yang disusun oleh Widyakarya pangan dan gizi yang dijadikan pedoman oleh departemen kesehatan dalam penyuluhan gizi untuk meng hadapi masalah penyakit gizi salah yang terjadi sekarang ini bisa dilakukan dengan berbagai upaya, seperti:
1. Makanlah aneka ragam makanan
2. Makanlah makanan untuk memenuhi kecukupan enrgi
3. Makanlah sumber karbohidrat setengah dari kebutuhan enegi (50 %)
4. Batasi konsumsi lemak dan minyak saampai ­­­­­¼ dari kebutuhan energi (25%)
5. Gunakan garam beriodium
6. Makanlah makanan sumber zat besi
7. Berikan ASI saja kepada bayi sampai berumur 4 bulan
8. Biasakan makan pagi
9. Minumlah air bersih dan cukup jumlahnya
10. Lakukan kegiatan fisik dan olahraga secara teratur
11. Hindari minuman beralkohol
12. Makanlah makanan yang aman bagi kesehatan
3. PENYEBAB PENYAKIT GIZI SALAH
Penyebab penyakit gizi salah antara lain:
1. Pengetahuan tentang gizi yang sangat minim
2. Kurangnya penyuluhan tentang gizi oleh pemerintah
3. Faktor ekonomi, seperti yang terjadi di Indonesia sebagian besar gizi salah terjadi pada masyarakat menengah kebawah. Banyak kasus di Indonesia ditemukan mal nutrisi kompleks (defisiensi atau over nutrisi lebih dari satu jenis bahan gizi spesifik). Misal: Penderita Obesitas yang juga menderita DM, Hipertensi, Asam Urat, Hiperkolesterolemia, Hiperlipidemia, Aterosklerosis, dll.
Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan”. (Q.S Al-A’raaf : 7)

Komentar :

ada 0 komentar ke “makalah gizi”

Post a Comment

Real Count Capres 2014, manakah tokoh yang anda anggap pantas memimpin indonesia di tahun 2014 mendatang !

CLOCK

GOOGLE TRANSLATE

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Postingan Terbaru

MAP

JUMLAH PENGUNJUNG

TMobile Cell Phone

TOTAL PAGE VIEW

free counters
widgeo.net

widget

POPULAR POSTS

Follow This Blog

KOMENTAR TERBARU